Skip to main content

Metode Simpel Budget: 50/20/30

Banyak cara untuk membuat budget yang dapat menjadi referensi kamu di luar sana. Buat kamu yang baru pertama kali ingin membuat budget, metode simpel 50/20/30 bisa menjadi awalnya. Metode ini juga menjadi awal persentase budget saya saat ingin mulai membenahi keuangan saya.


Bagaimana caranya?

1. Siapkan 3 (tiga rekening).

Iya, kamu ngga salah baca. Tiga rekening. Banyak? Ngga juga. Karena kalau kamu mulai serius dengan kondisi finansial kamu, maka menjalaninya juga harus serius. Salah satunya dengan membuat 3 rekening. Bebas di bank mana saja. Kalau ngga mau kena biaya transfer, bisa membuat di bank yang sama.

Ketiga rekening ini memiliki fungsi yang berbeda-beda. Misalnya rekening A untuk kebutuhan, rekening B untuk fun, rekening C untuk tabungan. Bagaimana jika sudah punya rekening bank untuk menerima gaji? Bisa dimanfaatkan untuk rekening kebutuhan atau fun, tapi sebaiknya ngga digunakan untuk rekening tabungan.

Rekening tabungan sifatnya khusus, sebaiknya ATMnya bahkan ngga usah dibawa-bawa. Dan mobile bankingnya juga opsional. Kalau kamu tipe yang gemes pingin menggunakan uang di dalam rekening ini terus, saran saya ngga usah menggunakan mobile banking. Kalau saya masih membutuhkan mobile banking untuk mencatat pergerakan net worth saya, untungnya saya bukan tipe orang yang akan tega mengambil jumlah di rekening ini karena kehidupan di masa depan juga ngga kalah penting.

2. Setelah menerima gaji, hitung untuk give atau zakat.

Setelah kamu menerima gaji, jangan lupa sisihkan untuk zakat atau give. Besarnya hal ini tergantung kondisi masing-masing. Misalnya untuk zakat minimal 2,5% dan kontribusi untuk orang tua sekian persen, dll.

3. Hitung 50% untuk kebutuhan basic (four walls), lalu transfer ke rekening khusus untuk kebutuhan.


Kebutuhan dasar atau four walls adalah makanan untuk dimasak, rumah beserta utiliti (listrik, air, keamanan, sampah, dll), transportasi, sama pakaian basic

4. Hitung 20% untuk tabungan, atau sisihkan untuk membayar kewajiban (utang) jika ada.

Setelah dihitung, segera transfer ke rekening khusus tabungan. Sebelum menabung, perhitungkan dulu kewajiban jika ada. Anggap uang di rekening khusus tabungan ini hilang, ngga ada. Ini tabungan kamu di masa depan.

5. Hitung 30% untuk fun.

Ini adalah dana kamu untuk beli baju ekstra, kosmetik, jalan-jalan, ngopi bareng temen-temen, menabung buat liburan, dll. Kalau saya, jumlah ini stay di rekening dimana gaji saya ditransfer. Kalau uang di rekening ini habis? Oke berarti habis. Jangan pernah ambil uang dari rekening yang lain untuk membiayai bagian ini. 

So, happy budgeting ya.



Comments

Popular posts from this blog

Budget, Langkah Awal Untuk Menata Keuangan Saya

Beberapa tahun yang lalu, ada saat-saat dimana saya menerima gaji, menggunakannya, dan kemudian bingung kemana perginya saldo gaji tersebut. Hingga akhirnya menunggu hingga awal bulan lagi (gajian) dengan perasaan deg-degan, cukup ngga ya uang yang tersisa untuk hidup hingga akhir bulan..? 

Pernah merasakan hal yang sama? Berarti kamu sama seperti saya beberapa tahun yang lalu. Rasanya ngga nyaman. Lupakanlah menabung, untuk hidup hingga akhir bulan saja sudah beruntung. Hingga saya mengenal dengan yang dinamakan dengan budget.


Berbicara mengenai budget atau anggaran, beberapa orang mungkin merasa bahwa dengan adanya budget:
1. Ribet.
2. Budget hanya untuk orang yang sudah memiliki penghasilan yang cukup, atau malah cenderung memiliki penghasilan yang besar, yang sudah bisa menabung, dll. Untuk penghasilan yang kecil begini buat apa punya budget.
3. Budget itu membatasi. Nanti malah ngga bebas mau beli ini beli itu.

Tahukah kamu, besar atau kecilnya budget ngga membatasi seseorang untuk mem…

Dave Ramsey's Baby Steps: Saat Kamu Ingin Memiliki Tujuan Keuangan

Jadi, apakah kamu sudah punya tujuan keuangan? Bagus jika sudah. Jika belum, yuk kita buat dari awal.
Kamu ngga perlu khawatir, membuat tujuan keuangan itu ngga sesulit yang dibayangkan (oke, dulu saya juga berpikir kalau itu sulit sih). Tapi sejak browsing Internet untuk membaca artikel tentang tips-tips agar bisa menata keuangan dengan lebih baik, saya menjadi punya gambaran mengenai bagaimana tujuan keuangan saya di masa depan nanti. Habis gelap, terbitlah terang.
Pencarian saya sampai di hashtag #debtfreecommunitydan #debtfreejourneydi Instagram. Kedua hashtag tersebut diberikan oleh orang-orang yang sedang struggle dengan keuangan. Membaca postingan mereka membuat saya ngga merasa sendiri. Dan saya pun menjadi lebih bersemangat untuk menata kembali keuangan saya yang, sungguh, berantakan. 
Saya hidup di atas standar gaji pada saat itu, punya beberapa cicilan 0% kartu kredit (hello new cellphone and laptop), dan sulit untuk menabung. Merasa lelah dan mendapatkan bacaan seru tentang p…

The Basic Four Walls: Kebutuhan Utama Yang Harus Kamu Penuhi Setelah Dapat Gaji

Sudah gajian? Good. Belum gajian? Ngga apa-apa. Sudah dapat gaji atau belum, jangan lupa untuk membuat budget dan stick to it ya.
Sebelum menggunakan gaji, ada baiknya kamu membuat skala prioritas dulu  Dari yang paling penting hingga yang kurang penting. Untuk kebutuhan dasar, beberapa ahli personal finance menyarankan untuk fokus ke 4 (empat) kebutuhan dasar dulu yang lebih sering disebut dengan istilah four walls


The Four Walls
Jadi, masih ingat dengan istilah sandang, pangan, papan saat kita SD dulu? Yup, mereka termasuk kebutuhan dasar yang harus dipenuhi sebelum kamu menggunakan uangmu untuk hal lain.
Yuk kita break down satu per satu.
1. Clothes


Pastinya semua orang butuh pakaian untuk menutup tubuh mereka. Namun pakaian yang ada di kategori ini adalah pakaian dasar yang fungsinya untuk menutup tubuh ya. Karena kan malu kalau ngga berpakaian. Jadi kategori ini bukan jadi alasan kamu untuk membeli pakaian baru padahal di lemari sudah penuh sesak dengan pakaian yang kamu miliki. 
Oh i…