Skip to main content

Dave Ramsey's Baby Steps: Saat Kamu Ingin Memiliki Tujuan Keuangan

Jadi, apakah kamu sudah punya tujuan keuangan? Bagus jika sudah. Jika belum, yuk kita buat dari awal.

Kamu ngga perlu khawatir, membuat tujuan keuangan itu ngga sesulit yang dibayangkan (oke, dulu saya juga berpikir kalau itu sulit sih). Tapi sejak browsing Internet untuk membaca artikel tentang tips-tips agar bisa menata keuangan dengan lebih baik, saya menjadi punya gambaran mengenai bagaimana tujuan keuangan saya di masa depan nanti. Habis gelap, terbitlah terang.

Pencarian saya sampai di hashtag #debtfreecommunity dan #debtfreejourney di Instagram. Kedua hashtag tersebut diberikan oleh orang-orang yang sedang struggle dengan keuangan. Membaca postingan mereka membuat saya ngga merasa sendiri. Dan saya pun menjadi lebih bersemangat untuk menata kembali keuangan saya yang, sungguh, berantakan. 

Saya hidup di atas standar gaji pada saat itu, punya beberapa cicilan 0% kartu kredit (hello new cellphone and laptop), dan sulit untuk menabung. Merasa lelah dan mendapatkan bacaan seru tentang pengalaman orang lain di #debtfreecommunity dan #debtfreejourney , saya pun bersemangat untuk memperbaiki keuangan saya.

Oke, jika kamu rajin dalam menelusuri dua hashtag tersebut, kamu akan menemukan sebuah nama, yaitu Dave Ramsey. 

Dave Ramsey
Sumber gambar: daveramsey.com

Dave Ramsey adalah ahli keuangan pribadi yang berasal dari Amerika yang menerbitkan sebuah buku dengan judul The Total Money Makeover tentang keuangan pribadi. Buku beliau tersebut masuk ke salah satu buku keuangan pribadi terbaik yang pernah ada, dan buku tersebut juga telah menjadi penyelamat keuangan banyak orang, ngga hanya di Amerika tapi juga di seluruh dunia. 

The Total Money Makeover
Sumber gambar: daveramsey.com

Selain itu, Dave Ramsey terkenal dengan perencanaan keuangan dengan nama Dave Ramsey's Baby Steps. Dimana terdapat tujuan dengan langkah-langkah kecil (baby steps) untuk memperbaiki keuangan kamu. Ada dua hal yang mau saya garis bawahi mengenai Dave Ramsey's Baby Steps ini. Yang pertama adalah harus dimulai dari langkah nol (baby step zero). Yaitu, komitmen pada diri kamu sendiri bahwa kamu akan memulai your own financial journey jadi kamu ngga akan menambah utang apapun dan hanya fokus ke basic four walls

Baby Step 0
Sumber gambar: charlottemusha.co.uk

Yang kedua, proses ini harus disertai dengan kesabaran. Seperti yang dikatakan oleh founder dari Invested WalletTodd Kunsman bahwa results take time and patience is a must. Karena yang namanya perencanaan keuangan memang ngga ada yang instan. Harus sabar, pelan-pelan, dan yakin pasti bisa.

Jadi, Dave Ramsey's Baby Steps itu terdiri dari 7 (tujuh) langkah, di luar dari langkah zero tadi ya.


Dave Ramsey's Baby Steps
Sumber gambar: forum.bodybuilding.com

Step 1: Simpan $ 1.000 Sebagai Dana Darurat (Emergency Fund)

Dana darurat adalah dana yang disimpan dan hanya akan digunakan di saat darurat. Misalnya mobil tiba-tiba rusak, atap rumah tiba-tiba bocor, atau kompor tiba-tiba harus diganti. Digarisbawahi ya: hanya digunakan jika keadaan darurat. Butuh baju baru untuk acara undangan pernikahan ngga dihitung darurat. 

Karena Dave Ramsey basicnya di Amerika, maka beliau menentukan $ 1.000 untuk dana darurat. Kalau di Indonesia sini berapa ya? Karena saya suka pembulatan, maka Rp 10.000.000 saya rasa oke untuk mengcover sesuatu yang sifatnya darurat.

Rp 10.000.000 dirasa terlalu besar? Oke deh, Rp 5.000.000 dulu saja. Ditargetkan secara pelan-pelan. Misalnya tahun ini terkumpul Rp 3.000.000 dulu. Tahun depan jumlahnya harus sudah tercapai Rp 5.000.000. Mungkin tahun depannya bisa hingga Rp 10.000.000. Sebulan menabung Rp 300.000 saja dalam jangka waktu 10 bulan sudah terkumpul Rp 3.000.000 loh.

Untuk dana darurat ini dibuatkan rekening sendiri ya. Ngga usah pakai ATM. Atau kalau pun ada, ATMnya jangan dibawa-dibawa. Tinggal saja di rumah. Takut-takut ada sepatu limited edition lagi diskon terus khilaf deh.

Step 2: Membayar Utang (Kecuali Cicilan Rumah) Dengan Metode Debt Snowball

Siapa yang masih memiliki kartu kredit? Dave Ramsey melarang segala penggunaan kartu kredit karena walaupun memberikan banyak reward, muncul temptation untuk berutang.


Hubungan Antara Dave Ramsey and Credit Card

Jadi, sebaiknya bekukan kartu kredit kamu. Ingat kembali ke tujuan awal kamu bahwa kamu mau memanage keuangan kamu dengan lebih baik. Percayalah, dengan melakukan ini kamu akan merasa lebih baik.

Tunggu sebentar, bukankah harus mengumpulkan dana darurat dulu? Lalu bagaimana cara membayar kartu kreditnya? 

Lakukan keduanya bersamaan. Kumpulkan dana darurat di Baby Step 1 dan bayar utang di Baby Step 2 dengan minimum payment terlebih dahulu. Ini hanya sementara. Jika nanti dana darurat telah terkumpul, kamu bisa fokus ke Baby Step 2 ini, membayar utang.

Bayar utang dengan metode debt snowball. Dimana kamu fokus ke pembayaran dengan jumlah paling kecil dulu. 


Debt Snowball

Langkah-langkahnya adalah:

  1. Buat daftar kewajiban (utang) kamu dari yang paling kecil hingga yang paling besar (abaikan interest).
  2. Bayar semua kewajiban sejumlah minimum payment kecuali utang yang paling kecil.
  3. Fokus pembayaran ke jumlah yang paling kecil hingga lunas.
  4. Setelah itu lihat kembali daftar kewajiban tadi dan kembali fokus untuk melakukan pembayaran ke jumlah yang paling kecil.
  5. Repeat hingga semua kewajiban lunas.
Untuk secara visualnya bisa lihat di gambar di bawah ini.

Debt Snowball Visual
Sumber gambar: keepingupchangs.com

Setelah Baby Step 2 selesai, kamu bisa lanjut ke Baby Step 3


Step 3: Memiliki Tabungan Sebesar 3-6 Bulan Pengeluaran Bulanan


Berbeda tujuan dengan Baby Step 1, Baby Step 3 ini bertujuan jika sewaktu-waktu ada masalah besar yang menimpa keluarga kamu yang menyebabkan ngga adanya lagi penghasilan sama sekali. Misalnya perusahaan tempat bekerja tiba-tiba dinyatakan berhenti beroperasi. Sehingga selama 6 bulan ke depan kamu memiliki dana cadangan untuk hidup tanpa harus membuka utang. 

Kenapa 3-6 bulan? Karena asumsinya rata-rata pekerja memiliki jangka waktu 6 bulan untuk memiliki pekerjaan baru. Jika 6 bulan dirasa kurang, kamu bisa memiliki cadangan selama 12 bulan (1 tahun), dan itu lebih baik lagi. Jangan lupa untuk disimpan di rekening tersembunyi yang menyulitkan kamu untuk mengaksesnya. Ingat, ini dana cadangan kamu jika sewaktu-sewaktu ada hal yang ngga diinginkan terjadi.

Berapa besarannya? Mulai sekarang hitung jumlah pengeluaran dasar setiap bulan dengan detail. Seperti biaya belanja bulanan, transport ke tempat kerja, sekolah dan uang saku anak, listrik, air, hingga arisan. Misalnya jumlah keseluruhan sebesar Rp 3.000.000. Maka dikalikan 6 bulan sehingga menjadi Rp 18.000.000. Ingat ya, simpan di tempat yang aman. Analisa pengeluaran mungkin sewaktu-waktu biaya pengeluaran kamu bertambah setiap bulannya yang akan berdampak pada bertambahnya juga jumlah yang harus kamu miliki untuk Baby Step 3 ini.

Step 4: Investasikan 15% Dari Penghasilan Kamu Untuk Pensiun Nanti


Hitung jumlah pendapatan kamu dan dikalikan 15%. Jumlah itulah yang harus kamu investasikan untuk masa tua nanti saat kamu pensiun. Misalnya diinvestasikan ke emas, dsb.

Step 5: Menabung Untuk Membantu Biaya Kuliah Anak


Sebelum melangkah ke Baby Step 5, pastikan kebutuhan kamu di Baby Step 4 terpenuhi sehingga kamu bisa melakukan keduanya secara bersamaan. Karena asumsinya jika kamu sudah tua nanti, kamu akan membutuhkan biaya untuk diri kamu sendiri sedangkan anak kamu masih di usia produktif dan bisa mencari jalannya sendiri. Namun membantu biaya kuliah anak jika dirasa adalah kewajiban, maka lakukan ketika Baby Step 4 sudah bisa kamu cover.

Step 6: Lunasi Rumah


Pada endingnya nanti, step 4, step 5, dan step 6 bisa dilakukan secara bersamaan. Untuk Baby Step 6 ini jika kamu memiliki cicilan rumah, saatnya fokus untuk melunasinya (ingat, jika kamu sudah bisa mengcover step 4 dan step 5 ya). Kamu sudah punya rumah dan ternyata sudah lunas? Sangat bagus, kamu bisa langsung ke Baby Step 7. Belum punya rumah dan ingin punya rumah? Good, saatnya kamu memikirkan rumah di sini.

Step 7: Membangun Kekayaan dan Give (Memberi)


Congrats! Akhirnya kamu sampai juga di step yang terakhir. Dimana membangun kekayaan dan memberi menjadi tujuannya. Jika sudah di step ini, ada beberapa pilihan yang bisa kamu lakukan. Misalnya meninggalkan warisan untuk keturunan kamu atau mencapai financial independence. It's up to you. Satu lagi yang penting dari langkah terakhir ini adalah tujuannya bukan untuk menimbun kekayaan, namun membangun dan memberi. 

That's all about Dave Ramsey's Baby Steps untuk tujuan finansial kamu. Bisa banget dimulai dari sekarang, hari ini. Dan jangan lupa, results take time and patience. Selama kamu konsisten dan bersabar, Baby Step 7 pasti bisa kamu raih.

Jadi, sekarang kamu sudah sampai di step keberapa?




Comments

Popular posts from this blog

Budget, Langkah Awal Untuk Menata Keuangan Saya

Beberapa tahun yang lalu, ada saat-saat dimana saya menerima gaji, menggunakannya, dan kemudian bingung kemana perginya saldo gaji tersebut. Hingga akhirnya menunggu hingga awal bulan lagi (gajian) dengan perasaan deg-degan, cukup ngga ya uang yang tersisa untuk hidup hingga akhir bulan..? 

Pernah merasakan hal yang sama? Berarti kamu sama seperti saya beberapa tahun yang lalu. Rasanya ngga nyaman. Lupakanlah menabung, untuk hidup hingga akhir bulan saja sudah beruntung. Hingga saya mengenal dengan yang dinamakan dengan budget.


Berbicara mengenai budget atau anggaran, beberapa orang mungkin merasa bahwa dengan adanya budget:
1. Ribet.
2. Budget hanya untuk orang yang sudah memiliki penghasilan yang cukup, atau malah cenderung memiliki penghasilan yang besar, yang sudah bisa menabung, dll. Untuk penghasilan yang kecil begini buat apa punya budget.
3. Budget itu membatasi. Nanti malah ngga bebas mau beli ini beli itu.

Tahukah kamu, besar atau kecilnya budget ngga membatasi seseorang untuk mem…

The Basic Four Walls: Kebutuhan Utama Yang Harus Kamu Penuhi Setelah Dapat Gaji

Sudah gajian? Good. Belum gajian? Ngga apa-apa. Sudah dapat gaji atau belum, jangan lupa untuk membuat budget dan stick to it ya.
Sebelum menggunakan gaji, ada baiknya kamu membuat skala prioritas dulu  Dari yang paling penting hingga yang kurang penting. Untuk kebutuhan dasar, beberapa ahli personal finance menyarankan untuk fokus ke 4 (empat) kebutuhan dasar dulu yang lebih sering disebut dengan istilah four walls


The Four Walls
Jadi, masih ingat dengan istilah sandang, pangan, papan saat kita SD dulu? Yup, mereka termasuk kebutuhan dasar yang harus dipenuhi sebelum kamu menggunakan uangmu untuk hal lain.
Yuk kita break down satu per satu.
1. Clothes


Pastinya semua orang butuh pakaian untuk menutup tubuh mereka. Namun pakaian yang ada di kategori ini adalah pakaian dasar yang fungsinya untuk menutup tubuh ya. Karena kan malu kalau ngga berpakaian. Jadi kategori ini bukan jadi alasan kamu untuk membeli pakaian baru padahal di lemari sudah penuh sesak dengan pakaian yang kamu miliki. 
Oh i…