Skip to main content

Budget, Langkah Awal Untuk Menata Keuangan Saya

Beberapa tahun yang lalu, ada saat-saat dimana saya menerima gaji, menggunakannya, dan kemudian bingung kemana perginya saldo gaji tersebut. Hingga akhirnya menunggu hingga awal bulan lagi (gajian) dengan perasaan deg-degan, cukup ngga ya uang yang tersisa untuk hidup hingga akhir bulan..? 

Pernah merasakan hal yang sama? Berarti kamu sama seperti saya beberapa tahun yang lalu. Rasanya ngga nyaman. Lupakanlah menabung, untuk hidup hingga akhir bulan saja sudah beruntung. Hingga saya mengenal dengan yang dinamakan dengan budget.

Budget di September 2019

Berbicara mengenai budget atau anggaran, beberapa orang mungkin merasa bahwa dengan adanya budget:
1. Ribet.
2. Budget hanya untuk orang yang sudah memiliki penghasilan yang cukup, atau malah cenderung memiliki penghasilan yang besar, yang sudah bisa menabung, dll. Untuk penghasilan yang kecil begini buat apa punya budget.
3. Budget itu membatasi. Nanti malah ngga bebas mau beli ini beli itu.

Tahukah kamu, besar atau kecilnya budget ngga membatasi seseorang untuk membuat budgetnya sendiri. Karena gimanapun juga masalah finansial adalah masalah sensitif yang harus dihadapi dengan serius mulai dengan saat ini, jika kamu serius dengan hidupmu sendiri. Mungkin kamu sering dengar bahwa uang ngga bisa membeli kebahagiaan, benar. Tapi kita butuh uang untuk hidup, bukan? Jadi, sayang sekali kalau uang yang kita terima akan mudah untuk habis begitu saja.

"Oke, saya mau mulai budgeting, saya harus mulai dari mana?"

Pertama, hitung penghasilan bersih kamu. Penghasilan bersih atau take home pay adalah penghasilan yang persis kamu terima di rekening kamu (setelah dikurangi pajak, dan iuran pensiun jika kamu memiliki kontribusi untuk iuran pensiun). Punya penghasilan lebih dari satu? Tambahkan. Pokoknya semua penghasilan yang kamu terima dalam satu bulan.

Kedua, hitung pengeluaran kamu. Bagaimana caranya? Ambil pulpen dan kertas, atau download aplikasi untuk menghitung setiap pengeluaran. Iya, kamu ngga salah baca - setiap pengeluaran - sekecil apapun itu (mau cuma beli air mineral, biaya ojek online, hingga bayar parkir di supermarket). Ingat, kamu mau mulai serius dalam menangani keuanganmu, ini adalah salah satu jalannya. Hasilnya? Kamu pasti kaget ada beberapa pengeluaran yang ngga diduga-duga ternyata banyak banget.


Alokasi gaji ideal menurut moneysmart.id

Oke, jadi berapa lama saya harus mencatat setiap pengeluaran saya? Minimal selama tiga bulan. Whattt?? Lama dong.. Jadi kapan bikin budgetnya kalau begini? 

Budget itu trial and error. Tipe budget yang sudah oke buat orang lain belum tentu oke untuk kamu sendiri. Jadi kamu harus cari chemistrynya gimana. Saya sendiri butuh waktu sekitar enam bulan untuk mendapatkan tipe budget yang sesuai dengan saya. Awalnya memang terlihat ribet. Tapi kalau sudah dijalani dan sudah dapat feelnya, seru kok.

Ketiga, hitung pemasukan dikurangi dengan pengeluaran setiap bulannya. Kalau hasilnya positif (pemasukan lebih besar dari pengeluaran), selamat, PR kamu ngga terlalu banyak. Tapi kalau negatif (pengeluaran lebih besar dari pendapatan), apalagi harus melibatkan kartu kredit dan utang lainnya, ada beberapa hal yang harus dibenahi. Jangan putus asa, hal ini bisa dibenahi dengan cara disiplin. Saya dan beberapa orang banyak yang bisa. Maka kamu juga pasti bisa. Nanti kita pelajari pelan-pelan.

Keempat, membagi garis besar pengeluaran kamu menjadi beberapa kategori. Favorit saya adalah lima kategori:
1. Zakat. Jumlahnya minimal 2,5% dari penghasilan.
2. Utang. Gimanapun juga utang adalah kewajiban kepada pihak lain yang harus kita penuhi.
3. Tabungan. Ingat, pay yourself first. 
4. Kebutuhan hidup. Ingat sandang, pangan, papan? Atau bisa juga disebut sebagai four walls: 
- groceries (bahan makanan untuk dimasak, plus gas dan minyaknya).
- basic clothes (pakaian dasar, karena ngga mungkin ngga pakai pakaian).
- house and utilities (cicilan rumah atau sewa rumah, biaya listrik, sampah dan keamanan, dll).
- transportation (bensin, ojek online, e-toll, dll).
5. Gaya Hidup. Jenis HP apa yang mau digunakan, mau beli baju yang sedang tren atau ngga, mau nonton tiap weekend atau sebulan sekali, makan di restoran, ketemu teman sambil ngopi-ngopi, playground for kids, dll.


Cash flow from Muslim oleh Ahmad Gozali,
penulis buku Habiskan Saja Gajimu!

Sebagian besar itulah yang harus dilakukan untuk menyelamatkan gaji agar ngga habis di akhir bulan. Jadi, segera ambil pulpen dan kertas, dan catat pengeluaran mulai hari ini ya.

Good luck.




Comments